Bapak... Ibu... Maafkan Anakmu
Sumber dari http://www.jkmhal.com/main.php?sec==content&cat==8&id= 15
Apakah Anda tahu siapa orang nomor dua yang kita patut bersyukur kepadanya setelah kepada Allah SWT.? sehingga kita harus bersyukur dan berbuat baik kepadanya?. Dan jawabannya adalah orang tua kita sendiri yaitu Ibu bapak kita yang setiap saat menyayangi kita. Membantu kita ketika kita sedang kesulitan, mendoakan kita, supaya kita berhasil dalam sekolah, kerja, usaha, berumah tangga dan lain sebagainya. Apalagi kalau pikiran kita, kita layangkan pada masa kita masih dalam kandungan Ibu kita. Bagaimana Ibu kita berjuang dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah di tambah ketika kita mau lahir, antara hidup dan mati Ibu kita berjuang untuk mengeluarkan kita yang berada dalam kandungan. Dan coba kita pikirkan, bagaimana sayangnya orang tua kita kepada kita ketika kita masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan sampai kita menjadi orang tua dari anak-anak kita juga, orang tua kita masih saja menyayangi kita.
Coba kita pikirkan lagi, bagaimana kita dengan enaknya memakai segala pasilitas yang komplit karena orang tua kita kaya raya. Mau apa saja kita tinggal ambil. Dan bagaimana dengan kekayaan yang kita miliki, apakah kedua orang tua kita juga bebas memilikinya seperti yang kita lakukan terhadap kekayaan yang dimiliki kedua orang tua kita dahulu?. kayaknya, tidak ya...
Maka pantas Allah SWT. memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik dan bersyukur kepada kedua orang tua kita yaitu ibu bapak kita, sebagaimana firman-Nya yang artinya,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman(31): 14)
Oleh karena itu kita wajib berbuat baik kepada kedua orang tua kita dan bersyukur padanya, atas apa yang kita dapatkan dari orang tua kita. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Isra(17): 24) Dan jangan sekali-kali kita durhaka kepada kedua orang tua kita, sampai-samapai kita membantah perintah ibu bapak kita saja, Allah SWT. akan murka kepada kita, walaupun dengan mengucapkan ah sekalipun.
... dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra(17): 23)
Ridha Allah tergantung ridhanya kedua orang ibu bapakmu, dan murka Allah juga tergantung dari murkanya kedua orang ibu bapakmu.
Malahan Rasulullah SAW. sendiri mengatakan bahwa diantara dosa besar adalah seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri, sebagaimana sabdanya di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, yang artinya,
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra., dia berkata: Rasulullah SAW. pernah bersabda, ‘Di antara dosa besar adalah apabila seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri.’ Ditanyakan oleh seseorang, ‘Ya Rasulullah! bagaimana seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri?’ Rasulullah SAW. bersabda, ‘Seseorang memaki-maki ayah orang lain, kemudian orang lain tersebut membalas dengan memaki-maki ayah orang itu, begitu pula seseorang memaki-maki ibu orang lain kemudian orang lain tersebut memaki-maki ibu orang itu.’ (HR. Al-Bukhari)
Dan di riwayat lain Rasulullah menerangkan mengenai siapa orang yang paling berhak di hormati, sebagaimana hadits yang di riwayatkan Al-Bukhari yang artinya,
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., dia berkata: Seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW. kemudian bertanya, ‘Ya Rasulullah! siapa orang yang harus saya muliakan?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Setelah ibu saya, siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Tanya laki-laki itu selanjutnya lagi, ‘Berikutnya siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Berikutnya siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ayahmu.’ (HR. Al-Bukhari)
Sahabat-sahabat sekalian, mudah-mudahan renungan ini membuat kita berpikir bahwa kedua orang tua kita adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Dengan hormat kepadanya dan memuliakannya adalah suatu kebaikan bagi kita.
Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.
Wallahu a lam
Apakah Anda tahu siapa orang nomor dua yang kita patut bersyukur kepadanya setelah kepada Allah SWT.? sehingga kita harus bersyukur dan berbuat baik kepadanya?. Dan jawabannya adalah orang tua kita sendiri yaitu Ibu bapak kita yang setiap saat menyayangi kita. Membantu kita ketika kita sedang kesulitan, mendoakan kita, supaya kita berhasil dalam sekolah, kerja, usaha, berumah tangga dan lain sebagainya. Apalagi kalau pikiran kita, kita layangkan pada masa kita masih dalam kandungan Ibu kita. Bagaimana Ibu kita berjuang dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah di tambah ketika kita mau lahir, antara hidup dan mati Ibu kita berjuang untuk mengeluarkan kita yang berada dalam kandungan. Dan coba kita pikirkan, bagaimana sayangnya orang tua kita kepada kita ketika kita masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan sampai kita menjadi orang tua dari anak-anak kita juga, orang tua kita masih saja menyayangi kita.
Coba kita pikirkan lagi, bagaimana kita dengan enaknya memakai segala pasilitas yang komplit karena orang tua kita kaya raya. Mau apa saja kita tinggal ambil. Dan bagaimana dengan kekayaan yang kita miliki, apakah kedua orang tua kita juga bebas memilikinya seperti yang kita lakukan terhadap kekayaan yang dimiliki kedua orang tua kita dahulu?. kayaknya, tidak ya...
Maka pantas Allah SWT. memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik dan bersyukur kepada kedua orang tua kita yaitu ibu bapak kita, sebagaimana firman-Nya yang artinya,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman(31): 14)
Oleh karena itu kita wajib berbuat baik kepada kedua orang tua kita dan bersyukur padanya, atas apa yang kita dapatkan dari orang tua kita. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Isra(17): 24) Dan jangan sekali-kali kita durhaka kepada kedua orang tua kita, sampai-samapai kita membantah perintah ibu bapak kita saja, Allah SWT. akan murka kepada kita, walaupun dengan mengucapkan ah sekalipun.
... dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra(17): 23)
Ridha Allah tergantung ridhanya kedua orang ibu bapakmu, dan murka Allah juga tergantung dari murkanya kedua orang ibu bapakmu.
Malahan Rasulullah SAW. sendiri mengatakan bahwa diantara dosa besar adalah seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri, sebagaimana sabdanya di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, yang artinya,
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra., dia berkata: Rasulullah SAW. pernah bersabda, ‘Di antara dosa besar adalah apabila seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri.’ Ditanyakan oleh seseorang, ‘Ya Rasulullah! bagaimana seseorang memaki-maki orang tuanya sendiri?’ Rasulullah SAW. bersabda, ‘Seseorang memaki-maki ayah orang lain, kemudian orang lain tersebut membalas dengan memaki-maki ayah orang itu, begitu pula seseorang memaki-maki ibu orang lain kemudian orang lain tersebut memaki-maki ibu orang itu.’ (HR. Al-Bukhari)
Dan di riwayat lain Rasulullah menerangkan mengenai siapa orang yang paling berhak di hormati, sebagaimana hadits yang di riwayatkan Al-Bukhari yang artinya,
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., dia berkata: Seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW. kemudian bertanya, ‘Ya Rasulullah! siapa orang yang harus saya muliakan?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Setelah ibu saya, siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Tanya laki-laki itu selanjutnya lagi, ‘Berikutnya siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ibumu.’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Berikutnya siapa?’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Ayahmu.’ (HR. Al-Bukhari)
Sahabat-sahabat sekalian, mudah-mudahan renungan ini membuat kita berpikir bahwa kedua orang tua kita adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Dengan hormat kepadanya dan memuliakannya adalah suatu kebaikan bagi kita.
Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.
Wallahu a lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar