BAB I
PENDAHULUAN
1. Pengertian pengorganisasian belajar
Adalah suatu konsep dimana organisasi dianggap mampu untuk terus menerus
melakukan proses pembelajaran mandiri (self learning ) sehingga organisasi
tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon beragam
perubahan yang muncul.
2. Rumusan masalah
a) Dapatkah hasil belajar di evaluasi ?
b) Apa saja alat pelajaran yang dingunakan ?
c) Apa saja system pemeriksaan dan penilaian ?
d) Apa itu pengekspresian ?
BAB
II
A. PENGORGANISASIAN BELAJAR
1. DAPATKAH HASIL BELAJAR DIEVALUASI
Semua
hasil belaar pada dasarnya harus dapat dievaluasi. Pada umumnya kesulitan
menilai hasil belajar timbul disebabkan karena : pertama, perumusan tujuan yang
kurang baik. kedua, ketidakmampuan mengembangkan alat evaluasi yang tepat
mengenai sasarannya.
Pada bagian ini anda akan diperkenalkan dengan beberapa alat
evaluasi yang memungkinkan anda untuk mengembangkan sehingga ketiga aspek hasil
belajar itu dapat anda nilai : pembicaraan bagian ini, strategi penilaian,
alat-alat evaluasi, bentuk-bentuk so’al (item), dan penyusunan so’al.
I.
STRATEGI PENILAIAN
Yang dimaksud strategi disini, wawasan yang dapat dipakai sebagai
pedoman dalam usaha menilai hasil belajar seefektif mungkin, sehingga penilaian
dapat dilakukan terhadap semua aspek hasil belajar secara serasi dan seimbang
II.
ALAT-ALAT PENILAIAN
Pada pelaksanaan evaluasi hasil belajar pengajaran agama, anda akan
diperkenalkan dengan tiga bentuk evaluasi. Pertama,
tes tertulis. Kedua, tes lisan. Ketiga, observasi[1]
§ Tes tertulis
Tes
tertulis ialah tes ujian atau ulangan yang dialami oleh sejumlah siswa secara
serempak dan harus menjawab sejumlah pertanya’an atau so’al secara tertulis
dalam waktu yang sudah ditentukan.
§ Tes lisan
Tes lisan ialah bila sejumlah siswa seseorang demi seorang diuji
secara lisan oleh seorang penguji atau lebih
§ Observasi
Observasi
ialah metode/ cara-cara menganalisis atau mengadakan pencatat secara sistematis
mengenai tingkah laku dan denga melihat/mengatasi siswa atau sekelompok siswa
secara lansung. Dalam rangka evaluasi hasil belajar, observasi digunakan
sebagai alat evaluasi untuk menilai kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat kerampilan atau aspek
psikomotor.
III.
BENTUK SOAL ITEM ( TES TERTULIS )
Tes tertulis
terdapat dua jenis : yaitu tes essay dan dan tes objektif.
1)
Tes esai
o
Ciri-cirinya
Ø Memungkinkan
penilaian yang berbeda beda diantara para penilai/pemberi skor
Ø Mengandung
beberapa alternative jawaban
Ø Jawaban siswa
beraneka ragam
Ø Siswa harus
menyimpulkan dan dan menguraikan jawaban dengan bahasa sendiri
o Jenis essay
test
Ø Uraian bebas (
karangan )
Siswa
bebas memilih dan menentukan cara-cara pendekatan terhadap soal dan sistematika
jawabannya
Ø Uraian terbatas
Siswa
diharuskan member jawaban sesuai dengan pembatasan yang ditentukan dalam
pertanyaan.
2)
Obyektive test
o Ciri-cirinya
Ø Hanya ada satu
jawaban yang benar untuk setiap soal
Ø Tidak akan
terjadi perbedaan menilai/menskor walaupun diperiksa oleh beberapa orang penilai/guru
Ø Dalam menjawab,
siswa tinggal melakukan pemilihan atau pengisian atas setiap soal, sesuai
dengan perintahnya
Ø Norma penilaian
telah ditentukan
o Jenis tes
objektif
Ø Bentuk isian
ü Melengkapi
(completion test )
ü Mengisi
titi-titik (fill in )
ü Jawaban singkat
( short answer )
IV.
PENYUSUNAN SOAL SOAL TES
Soal
– soal tes harus disusun sedemikian rupa,
sehingga memenuhi persyaratan – persyaratan. Untuk itu penyusunannya
dengan melalui perencanaan yang memadai.
Cara
penyusunan soal tes adalah sbb :
·
Perencana’an
·
Penulisan so’al – so’al bentuk esay
·
Penulisan bentuk obektif
·
Penyusunan tes lisan
·
Observasi sebagai alat evaluasi
2.
ALAT PELAJARAN YANG DINGUNAKAN
Alat
pelajaran yang biasa disebut alat peraga, dewasa ini dikenal dengan istilah
media pendidikan. Untuk selanjutnya dalam uraian ini dingunakan istilah media
pendidikan.
a)
Pengertian media pendidikan
Media
pendidikan adalah suatu benda yang dapat diindrai, khususnya penglihatan dan
pendengaran ( alat peraga dan pengajaran ), baik yang terdapat didalam maupun
maupun diluar kelas, yang dingunakan sebagai alat bantu penghubung ( medium
komunikasi ) dalam proses interaksi belajar mengajar untuk meningkatkan
efektivitas hasil belajar siswa.
b)
Makna media pendidikan bagi guru
Guru
harus memandang media pendidikan sebagai alat bantu utama untuk menunjang
keberhasilan mengajar dan memperkembangkan metode – metode yang dipakainya
dengan memanfaatkan daya media pendidikan
c)
Makna media pendidikan bagi siswa
Perkembanga
belajar siswa dimulai dari tingkat belajar melalui pengamatan amat ( perceptual
learning ) menuju tingkat belajar melalui pengertian.
Siswa
harus memandang media pendidikan sebagai suatu kebutuhan untuk meningkat suatu
kebutuhan untuk meningkat pengertian/pemahamannya dalam menghayati ajaran agama
dalam rangka mencapai hasil belajar yang diharapkan.
d)
Fungsi media pendidikan
Terdapat
fungsi media pendidikan diantaranya :
a.
Fungsi edukatif
b.
Fungsi social
c.
Fungsi politis
d.
Fungsi seni budaya
e)
Bentuk – bentuk dan jenis media pendidikan
Bentuk
dan jenis media pendidikan adalah :
·
Bahan bacaan atau bahan cetakan
·
Alat – alat pandang dengar
·
Contoh – contoh kelakuan
·
Media pendidikan yang bersumber dari masyarakat dan alam sekitar
3.
SISTEM PEMERIKSAAN DAN PENILAIAN
Pada
bagian ini anda akan diperkenalkan dengan cara – cara memeriksa dan menilai
jawaban tes, cara-cara mencatat dan menilai sikap keagamaan dan penentuan nilai
rapor pengajaran agama islam. Cara – cara memeriksa dan menilai jawaban tes :
a)
Memeriksa dan menilai jawaban bentuk uraian
Cara memeriksa
terdapat terdapat dua macam :
·
Cara terpisah ( separated method )
Pemeriksa
atau koreksi dilakukan atas jawaban demi jawaban atau nomor demi motor dari
seluruh peserta tes.
Mialnya
: guru memeriksa jawaban nomor satu dari seluruh siswa yang ikut tes hingga
selesai seluruhnya, kedua, guru memeriksa jawaban nomor dua dari seluruh tes, dan demikianlah dilakukan
seterusnya hingga seluruh nomor jawaban tes dari seluruh siswa itu selesai
diperiksa.
·
Cara keseluruhan
Pemeriksaan
dilakukan terhadap semua nomor jawaban atau seluruh hasil pekerjaan dari setiap
siswa.
Cara pertama ( separated method ) dipandang lebih baik
diperngunakan dalam pemeriksaan, karena :
Jawaban demi jawaban atau setiap nomor jawaban siswa itu dapat
segera dibandingkan antara satu dengan yang lainnya.
Dapat dihindarkan kemungkinan pemberian nilai yang berbeda atas
awaban yang sama mutunya atau penilaian yang sama atas jawaban yang berlainan
mutunya.
b)
Cara cara menilai
Terdapat dua macam cara menilai :
Ø Menilai dengan
tidak menggunakan “ weighting”.
Penilaian dilakukan tanpa mempertimbangkan bobot atau tingkat
kesukaran. Berat ringannya ( weighting ) setiap soal tidak diukur, sehingga
setiap soal bagaimanapun juga keadaannya dianggap sama saja beratnya. Artinya,
jika jawaban betul dinilai sepuluh ( skor maksimum ideal ), dan jika tidak
sempurna betul dinilai dibawah sepuluh, sesuai dengan pertimbangan kesalahannya,
untuk setiap soal.
4.
PENGEKSPRESIAN
Ekspresi
artinya curahan. Pengekspresi dapat diartikan pencurahan. Dalam hal ini
dimaksudkan dengan pencurahan daya cipta, rasa dan karsa siswa setelah menerima
pelajaran agama islam.
Dengan
kata lain, setelah siswa menerima pelajaran ia harus mampu mengekspresikan atau
mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama islam dalam kehidupannya
sehari-hari, guru bersama-sama siswa harus mampu mengembangkan berbagai media
pendidikan dan mempergunakan setiap peluang. Untuk itu anda akan diperkenalkan
dengan beberapa cara, diantaranya :
Dramatisasi,Karyawisata,Kunjungan
pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Semua hasil belaar pada dasarnya harus dapat dievaluasi. Pada
umumnya kesulitan menilai hasil belajar timbul disebabkan karena : pertama,
perumusan tujuan yang kurang baik. kedua, ketidakmampuan mengembangkan alat
evaluasi yang tepat mengenai sasarannya.
Pada bagian ini anda akan
diperkenalkan dengan beberapa alat evaluasi yang memungkinkan anda untuk
mengembangkan sehingga ketiga aspek hasil belajar itu dapat anda nilai :
pembicaraan bagian ini, strategi penilaian, alat-alat evaluasi, bentuk-bentuk
so’al (item), dan penyusunan so’al.
[1]
Zakiah draja,t Dr.metodik khusus pendidikan agama islam. Jakarta PT. sukabumi
aksara Jl. Sawo rayo No. 18 2014 hal 226
Tidak ada komentar:
Posting Komentar