Jumat, 05 Juni 2015

Pengertian pengorganisasian belajar

BAB I

PENDAHULUAN
1.      Pengertian pengorganisasian belajar
          Adalah suatu konsep dimana organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri (self learning ) sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon beragam perubahan yang muncul. 

2.      Rumusan masalah
a)      Dapatkah hasil belajar di evaluasi ?
b)      Apa saja alat pelajaran yang dingunakan ?
c)      Apa saja system pemeriksaan dan penilaian ?
d)      Apa itu pengekspresian ?












BAB II
A.     PENGORGANISASIAN BELAJAR
1.      DAPATKAH HASIL BELAJAR DIEVALUASI
Semua hasil belaar pada dasarnya harus dapat dievaluasi. Pada umumnya kesulitan menilai hasil belajar timbul disebabkan karena : pertama, perumusan tujuan yang kurang baik. kedua, ketidakmampuan mengembangkan alat evaluasi yang tepat mengenai sasarannya.
Pada bagian ini anda akan diperkenalkan dengan beberapa alat evaluasi yang memungkinkan anda untuk mengembangkan sehingga ketiga aspek hasil belajar itu dapat anda nilai : pembicaraan bagian ini, strategi penilaian, alat-alat evaluasi, bentuk-bentuk so’al (item), dan penyusunan so’al.
        I.            STRATEGI PENILAIAN
Yang dimaksud strategi disini, wawasan yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam usaha menilai hasil belajar seefektif mungkin, sehingga penilaian dapat dilakukan terhadap semua aspek hasil belajar secara serasi dan seimbang
     II.            ALAT-ALAT PENILAIAN
Pada pelaksanaan evaluasi hasil belajar pengajaran agama, anda akan diperkenalkan dengan tiga bentuk evaluasi. Pertama, tes tertulis. Kedua, tes lisan. Ketiga, observasi[1]
§  Tes tertulis
Tes tertulis ialah tes ujian atau ulangan yang dialami oleh sejumlah siswa secara serempak dan harus menjawab sejumlah pertanya’an atau so’al secara tertulis dalam waktu yang sudah ditentukan.


§  Tes lisan
Tes lisan ialah bila sejumlah siswa seseorang demi seorang diuji secara lisan oleh seorang penguji atau lebih
§  Observasi
Observasi ialah metode/ cara-cara menganalisis atau mengadakan pencatat secara sistematis mengenai tingkah laku dan denga melihat/mengatasi siswa atau sekelompok siswa secara lansung. Dalam rangka evaluasi hasil belajar, observasi digunakan sebagai alat evaluasi untuk menilai kegiatan-kegiatan  belajar yang bersifat kerampilan atau aspek psikomotor.

   III.            BENTUK SOAL ITEM ( TES TERTULIS )
Tes tertulis terdapat dua jenis : yaitu tes essay dan dan tes objektif.
1)      Tes esai
o   Ciri-cirinya
Ø  Memungkinkan penilaian yang berbeda beda diantara para penilai/pemberi skor
Ø  Mengandung beberapa alternative jawaban
Ø  Jawaban siswa beraneka ragam
Ø  Siswa harus menyimpulkan dan dan menguraikan jawaban dengan bahasa sendiri
o   Jenis essay test
Ø  Uraian bebas ( karangan )
Siswa bebas memilih dan menentukan cara-cara pendekatan terhadap soal dan sistematika jawabannya


Ø  Uraian terbatas
Siswa diharuskan member jawaban sesuai dengan pembatasan yang ditentukan dalam pertanyaan.
2)      Obyektive test
o   Ciri-cirinya
Ø  Hanya ada satu jawaban yang benar untuk setiap soal
Ø  Tidak akan terjadi perbedaan menilai/menskor walaupun diperiksa oleh beberapa orang  penilai/guru
Ø  Dalam menjawab, siswa tinggal melakukan pemilihan atau pengisian atas setiap soal, sesuai dengan perintahnya
Ø  Norma penilaian telah ditentukan
o   Jenis tes objektif
Ø  Bentuk isian
ü  Melengkapi (completion test )
ü  Mengisi titi-titik (fill in )
ü  Jawaban singkat ( short answer )
  IV.            PENYUSUNAN SOAL SOAL TES
Soal – soal tes harus disusun sedemikian rupa,  sehingga memenuhi persyaratan – persyaratan. Untuk itu penyusunannya dengan melalui perencanaan yang memadai.
Cara penyusunan soal tes adalah sbb :
·           Perencana’an
·           Penulisan so’al – so’al bentuk esay
·           Penulisan bentuk obektif
·           Penyusunan tes lisan
·           Observasi sebagai alat evaluasi

2.      ALAT PELAJARAN YANG DINGUNAKAN
Alat pelajaran yang biasa disebut alat peraga, dewasa ini dikenal dengan istilah media pendidikan. Untuk selanjutnya dalam uraian ini dingunakan istilah media pendidikan.
a)         Pengertian media pendidikan
Media pendidikan adalah suatu benda yang dapat diindrai, khususnya penglihatan dan pendengaran ( alat peraga dan pengajaran ), baik yang terdapat didalam maupun maupun diluar kelas, yang dingunakan sebagai alat bantu penghubung ( medium komunikasi ) dalam proses interaksi belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas hasil belajar siswa.
b)        Makna media pendidikan bagi guru
Guru harus memandang media pendidikan sebagai alat bantu utama untuk menunjang keberhasilan mengajar dan memperkembangkan metode – metode yang dipakainya dengan memanfaatkan daya media pendidikan
c)         Makna media pendidikan bagi siswa
Perkembanga belajar siswa dimulai dari tingkat belajar melalui pengamatan amat ( perceptual learning ) menuju tingkat belajar melalui pengertian.
Siswa harus memandang media pendidikan sebagai suatu kebutuhan untuk meningkat suatu kebutuhan untuk meningkat pengertian/pemahamannya dalam menghayati ajaran agama dalam rangka mencapai hasil belajar yang diharapkan.
d)        Fungsi media pendidikan
Terdapat fungsi media pendidikan diantaranya :
a.       Fungsi edukatif
b.      Fungsi social
c.       Fungsi politis
d.      Fungsi seni budaya
e)         Bentuk – bentuk dan jenis media pendidikan
Bentuk dan jenis media pendidikan adalah :
·           Bahan bacaan atau bahan cetakan
·           Alat – alat pandang dengar
·           Contoh – contoh kelakuan
·           Media pendidikan yang bersumber dari masyarakat dan alam sekitar
3.      SISTEM PEMERIKSAAN DAN PENILAIAN
Pada bagian ini anda akan diperkenalkan dengan cara – cara memeriksa dan menilai jawaban tes, cara-cara mencatat dan menilai sikap keagamaan dan penentuan nilai rapor pengajaran agama islam. Cara – cara memeriksa dan menilai jawaban tes :
a)      Memeriksa dan menilai jawaban bentuk uraian
Cara memeriksa terdapat terdapat dua macam :
·        Cara terpisah ( separated method )
Pemeriksa atau koreksi dilakukan atas jawaban demi jawaban atau nomor demi motor dari seluruh peserta tes.
Mialnya : guru memeriksa jawaban nomor satu dari seluruh siswa yang ikut tes hingga selesai seluruhnya, kedua, guru memeriksa jawaban nomor dua  dari seluruh tes, dan demikianlah dilakukan seterusnya hingga seluruh nomor jawaban tes dari seluruh siswa itu selesai diperiksa.
·        Cara keseluruhan
Pemeriksaan dilakukan terhadap semua nomor jawaban atau seluruh hasil pekerjaan dari setiap siswa.
Cara pertama ( separated method ) dipandang lebih baik diperngunakan dalam pemeriksaan, karena :
Jawaban demi jawaban atau setiap nomor jawaban siswa itu dapat segera dibandingkan antara satu dengan yang lainnya.
Dapat dihindarkan kemungkinan pemberian nilai yang berbeda atas awaban yang sama mutunya atau penilaian yang sama atas jawaban yang berlainan mutunya.
b)      Cara cara menilai
Terdapat dua macam cara menilai :
Ø  Menilai dengan tidak menggunakan “ weighting”.
Penilaian dilakukan tanpa mempertimbangkan bobot atau tingkat kesukaran. Berat ringannya ( weighting ) setiap soal tidak diukur, sehingga setiap soal bagaimanapun juga keadaannya dianggap sama saja beratnya. Artinya, jika jawaban betul dinilai sepuluh ( skor maksimum ideal ), dan jika tidak sempurna betul dinilai dibawah sepuluh, sesuai dengan pertimbangan kesalahannya, untuk setiap soal.
4.      PENGEKSPRESIAN
Ekspresi artinya curahan. Pengekspresi dapat diartikan pencurahan. Dalam hal ini dimaksudkan dengan pencurahan daya cipta, rasa dan karsa siswa setelah menerima pelajaran agama islam.
Dengan kata lain, setelah siswa menerima pelajaran ia harus mampu mengekspresikan atau mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama islam dalam kehidupannya sehari-hari, guru bersama-sama siswa harus mampu mengembangkan berbagai media pendidikan dan mempergunakan setiap peluang. Untuk itu anda akan diperkenalkan dengan beberapa cara, diantaranya :
Dramatisasi,Karyawisata,Kunjungan pendidikan, dan pelayanan masyarakat.



BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Semua hasil belaar pada dasarnya harus dapat dievaluasi. Pada umumnya kesulitan menilai hasil belajar timbul disebabkan karena : pertama, perumusan tujuan yang kurang baik. kedua, ketidakmampuan mengembangkan alat evaluasi yang tepat mengenai sasarannya.
Pada bagian ini anda akan diperkenalkan dengan beberapa alat evaluasi yang memungkinkan anda untuk mengembangkan sehingga ketiga aspek hasil belajar itu dapat anda nilai : pembicaraan bagian ini, strategi penilaian, alat-alat evaluasi, bentuk-bentuk so’al (item), dan penyusunan so’al.












[1] Zakiah draja,t Dr.metodik khusus pendidikan agama islam. Jakarta PT. sukabumi aksara Jl. Sawo rayo No. 18 2014 hal 226

Tidak ada komentar:

Posting Komentar